SELAMAT DATANG...SELAMAT BERJUANG !

Tiada kata Jera dalam Perjuangan.

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 21 Maret 2009

TAMU ISTEMEWA ILUNI UI Kontra Korupsi: Cawapres DOEA JENDERAL Saurip Kadi !







Inilah tamu Istemewa
Cawapres SAURIP "Mengutamakan Rakyat" KADI
yang hendak maju dengan
Capres Jenderal DEDI "Naga Bonar" MIZWAR !
di Markas Iluni UI Kontra Korupsi.

Jumat, 13 Maret 2009

Korupsi Sistemik PEMIKIRAN Keblinger PERTUMBUHAN Ekonomi Kapitalis


Pemikiran dan teori pembangunan yang gencar diajarkan di berbagai fakultas ekonomi di Negara-negara berkembang, pada umumnya berasal dari Barat negara-2 Kapitalis (AS & Inggeris). Dasar teori ekonomi yang diajarkan dari pemikiran Adam Smith, dan turunannya (generasi pelanjut) yakni Keynes. Karena Negara tumbuh, seolah teori memperoleh pembenaran, dan dengan sektor yg berkembang makin kompleks, maka mahzab dilanjutkan oleh ekonom yang masuk dalam Mahzab Neo-Keynes.

Penerapan teori pembangunan pertumbuhan ini di Indonesia, dimulai tahun 1968/69, sejalan dengan dimulainya era Orde Baru. Tesisnya: Indonesia perlu tumbuh, perlu ada kue yang diproduksi untuk menjamin pemenuhan konsumsi bagi rakyatnya. Tesis rumus pertumbuhan ini merupakan antitesa kegagalan Orde Lama, yang terlalu terlelap dalam hiruk pikuk, konflik & instabilitas “Politik sebagai Panglima” jaman Orde Lama. Mempertimbangkan “instabilitas” dan krisis komoditi riil (pangan, sandang, fasilitas dll), maka jaman orde baru merumuskan paradigam Trilogi. Stabilitas, Pertumbuhan dan Pemerataan. Stabilitas dan Pertumbuhan dikemas dalam suatu Panglima yang disebut Pembangunan Nasional. Implikasi selanutnya: Pranata social, hokum, perbedaan dan bahkan Aspirasi individu atau rakyat, dibungkam total selama 32 tahun. Ha-hak hukum adat masyarakat, kepemilikan rakyat daerah diberangus, dengan Pemusatan Hukum, di bidang hutan, Agraria, Kepemilikan lahan, tambang, dan berbagai Perizinan. Semuanya di-komandokan oleh Pusat: demi Pembangunan Ekonomi…tumbuh dan tumbuh !. Pemerataan dijamin oleh para pemikir ekonomi waktu itu (Kelompok Berkeley dari FEUI) akan berjalan otomatis dengan prinsip “Trickle Down Effet”…kekayaan akan menetes ke bawah, kerakyat kelas bawah (miskin) dengan sendirinya…Wah hebat bener!.

Waktu tidak terasa 32 tahun berjalan. Selama periode 1970-1995, perkuliahan ilmu ekonomi Studi Pembangunan di fakultas ekonomi ternama, sudah “heavy content” dengan ilmu kuantitatif, matematis, dan regressi. Seolah pemikiran teori ekonomi sudah final, sudah benar, tidak mengetahui dimana yang salah, tidak pernah berpikir kritis atas realitas & kegagalan yang diterapkan. Ilmu & teori ekonomi pembangunan yg diajarkan, mensterilkan diri dengan berbagai asumsi “Ceteris Parebus” (semua faktor diluar tetap), padahal terjadi kebejatan moral, manipulasi angka, mark-up (pembodohan oleh Pemodal / kapitalis) di berbagai Investasi & Kontrak Karya Penambangan (emas, Migas). Ringkasnya: Ilmu & teori ekonomi pembangunan memberi pembenaran bagi “Eksploitasi besar-besaran” atas berbagai kekayaan alam Indonesia oleh segelintir konspirasi (kartel) elit kekuasaan dan Pemodal, dengan system bagi hasil Pusat dan Daerah yang tidak adil. Aspek keadilan diingkari. Keadilan dalam masa itu hanya ditempatkan pada distribusi bahan pokok sebagai pemenuhan kesejahteraan. Manusia, aspirasi dan kepribadian tidak ditempatkan sebagai faktor utama, melainkan hanya dipandang kuantitatif sebagai “jumlah penduduk”. Lihat betapa keringnya Ilmu Demografi di Feui, atau UGM. Demografi hanya sebatas mempelajari aspek kuantitatif, struktur, jumlah, pertumbuhan, sex dari Penduduk. Ilmu demografi tidak pernah (gagal) menempatkan ilmu tentang keunggulan faktor manusia sebgai kekuatan kualitatif dengan keunggulan kepribadiannya.

Kesalahan mendasar pemikiran & teori ekonomi pembangunan (baca artikel Mursyid di fe.iluni.or.id atau ekonomihijau.blogspot.com)
, adalah Penyederhanaan hasil pembangunan kedalam rumus ekonomi makro, dan varian teori turunannya dalam menumbuhkan (growth) ekonomi. Selanjutnya, pembangunan didasarkan pemikiran ekonomi berdasarkan literature Barat menjebakan dirinya kedalam pemikiran kuantitatif makro keapitalis, ekonomi pasar liberal (bebas), nihil dari dimensi sosial (keadilan), bahkan sudah melanggar hak-hak azasi mendasar manusia ttg keadilan social-ekonomi & penghilangan hak-2 mereka (melanggar deklarasi hak-2 azasi manusia sedunia !). Intinya: pembangunan ekonomi hanya berorientasi membesarkan kue (PDB) yang dijalankan oleh kekuatan modal (Capital Inensif), meng-eksploitasi sumber-2 alam (Tambang, Hutan, Ikan dlsb) dan menghisap kekayaan nasional hanya untuk kurang 10% penduduk !. Nyatanya pemerataan: tidak mungkin terjadi dengan teori yang namanya Trickle Down Effetct (menetes kebawah). Trickle down effect hanyalah “pemanis” akal-akalan para ekonom AS untuk “membius” keyakinan para ekonom kita, bahkan sudah menjadi rukun Iman ke-6.

Akibat pemikiran ekonomi pertumbuhan keblinger yang salah, kini, sumber daya alam kita (tambang misalnya), bisa dikuasai dengan izin Lisensi (Kuasa Penambangan), dan usaha Private ini bahkan bisa melakukan Go Publik, menjual deposit tambang yang masih dikandung dalam bumi Indonesia ! Contohnya, Perusahaan Ban Po dari Muangthai, tahun 2008 go public bias mengeduk dana Rp.3,5 trilyun di pasar modal, dengan modal hanya kurang Rp.75 milyar dari Kuasa Penambangan di Kalimantan. Negara (BUMN bidang pembangkitan energi, PT.PLN ) bahkan pada 2007-2008 dibuat keok, akibat “batu bara” dan Gas Indonesia 75% diekspor, sehingga Listrik Byar Pet..bagi 42 juta pelanggan. Bagaimana bisa terjadi: PLN yang dimiliki Negara harus tekor (rugi) Rp.80 trilyun tiap tahun, tetapi ada usaha perorangan yang bisa menangguk keuntungan lebih Rp.40 trilyun tiap tahun !!. Sistem keuangan nasional (APBN) & daerah (APBD) sudah terjebak kedalam scenario “Corrupted by System”, 55% untuk belanja, gaji pegawai. Hak-hak rakyat thd Anggaran Nasional & daerah minim dan sialnya: 30% sudah terjebak kedalam kewajiban pembayaran hutang pada Rente kapitalis dunia (world bank)!.

Selama 40 tahun sejak 1968 Indonesia membangun dengan pemikiran pertumbuhan ekonomi kapitalis, ternyata menjebakkan sejumlah 100,7 juta rakyat dalam ketegori miskin pada 2008 ! (World Bank, kategori penduduk berpenghasilan USD 2/hari). Mereka masih terjebak dalam Vicious Black-Hole of Poverty (Kemiskinan akibat terjebak dalam Lobang Hitam Kemiskinan !).

Wiranto dalam bukunnya Meretas Jalan Baru Ekonomi Indonesia mengkritisi: teori ekonomi dan paradigma pembangungan dalam tatanan social rakyat dan bangsa, sudah tunduk ~relatif dalam system nilai agama atau teologi. Ekonomi kini diposisikan menjadi subyek dari kajian teologi atau sistem nilai Agama. Azas utama yang sangat mulia dari sistem nilai agama atau teologi adalah keadilan. Keadilan social menempati pilar terdepan setiap kali sistem nilai agama atau teologi berbicara dalam setiap hal, termasuk pembangunan. Oleh karenanya, keadilan menjadi konsep terpenting untuk menguji apakah sebuah konsep pembangunan alternatif memberi jalan keluar atas aspek keadilan yang selama ini diingkari.

Sampai saat ini konsep keadilan yang mapan dan sering dirujuk selalu mengacu kepada teori keadilan John Rawls yang bertolak dari dua prinsip:
1. Tiap orang harus mempunyai hak yg sama terhadap skema kebebasan dasar yang sejajar (equal basic liberties), yg sekligus kompatibel dengan skema kebebasan yg dimiliki oleh orang lain.
2. Ketimpangan sosial dan ekonomi harus ditangani sehingga keduanya diekspresikan secara logis (reasonably expected) menguntungkan bagi setiap orang, dan terbuka kesempatan bagi tiap orang.

Keadilan dengan demikian keadilan menjadi, adalah sebuah kepatutan, kepantasan, dan bahkan menjadi kewajiban. Pada titik ini, sebuah pemikiran ekonomi, paradigma pembangunan dengan berbagai kebijakan yang mengandaikan adanya relasi antara aktor dan struktur dengan sendirinya akan memunculkan ketidak-adilan, apabila isi pemikiran ekonomi atau paradigma pembangunan dan berbagai kebijakan tersebut mengandung unsur ketidak fairan (ketidak patutan). Nah dalam konteks kebijakan ekonomi nasional dalam masa orde baru, bisa saja pemikiran ekonomi-paradigma tersebut seolah logis, khususnya kalau dilihat dari sisi konfigurasi pemain dan struktur yang memproduksinya. Tetapi dari sisi keadilan mengandung hal-hal yang tidak patut !. Berdasar system nilai agama, teologi, yakni kepatutan, kebijakan tersebut dinyatakan catat, karena tidak adil.

Pembahasan cacat nya pemikiran teori ekonomi pembangunan di Indonesia, bila ditinjau dari aspek hukum universal berdasarkan Deklarasi Hak-hak azasi manusia se dunia, jelas-jelas telah menyengsarakan ratusan juta orang: dengan memberangus hak-hak azasi kepemilikan rakyat di daerah, menahan kesempatan rakyat untuk berusaha maju dan sejahtera. Pemikiran ekonomi dengan paradigma pertumbuhan kapitalis liberal, bisa dikatogirikan sebagai sebagai Korupsi sistemik berupa Pemikiran yang Korup terhadap keadilan sosial-ekonomi rakyat, bangsa & Negara !. Bahkan, pemikiran ekonomi pertumbuhan kapitalis-liberal kini telah menjebakkan ekonomi dan Negara Indonesia masuk kedalam perangkap “Neo kolonialisasi” kapitalis dunia !.

Contoh langkah, alternatif dan strategi yg dilakukan Malaysia, Iran, Venezuela dan Panama serta Brazil, adalah mengutamakan sosio-nasionalis, yang berhasil mengangkat kemajuan & kesejahteraan bagi rakyat, bangsa dan Negara-2 tersebut, sehingga kecerdasan, keberanian dan ketertban pemikiran ekonomi bagi bangsa di Negara-2 tsb dan berbagai belahan dunia (kecuali Indonesia), telah merontokkan ekonomi kapitalis Amerika Serikat dan bahkan AS kini mulai lakukan pemikiran alternatif, ekonomi syariah.

Bacalah…Berfikirlah…dengan sebenarnya berfikir ! bukan berfikir yg Junub (ter doktrin oleh pemikiran ekonomi kapitalis, liberal lagi !)

Senin, 09 Maret 2009

CONGRATULATION for The Revolutionary Indonesian Economy


CONGRATULATION for
The Revolutionary Indonesian Economy & Civilization !
Indonesia need "De La Revolucion" my Kamerads ! Only take, 6 months.
Don't worry about "The Negative Responses of International West Capitalist Countries.
Save your Nations & Country, cause Indonesia is Huge and very Rich Country.
Don't let be "exploitated by The Capitalist"
while the Country & people are trapped in under-developed to be poor.
Never worry facing the Int'l Investors in "Natural Primary Resources",
but Prioritize for the Nations and Sustainability. Courages
or
Coward You (Nation & People) amputized and Never Developed !!!
God Always Bless You, if Only You are Brave !
God will always Love The Brave People.
Kamerads...HUGO Chavez
(forwarded by H.Hadoon)

Rabu, 18 Februari 2009

KPK, Carnivora ditengah Ekosistem GURITA CARNIVORA di Negri Koruptor Rep.Ind.

Oleh Tim Ahli Iluni UI Kontra Korupsi

A. PROLOG: Rakyat Hidup dalam Selimut Asap Kentut Gurita Carnivora

Peradaban rakyat Indonesia kini, bisa diibaratkan hidup dalam ekosistem yang serba paradoksial dalam demokrasi, ekonomi, sosial dan politik. Ekosistem yang serba korup dan serba berlawanan dengan tujuan mulia dan norma mulia yang didengungkan. Dalam Demokrasi & politik, dimana rakyat sebagai pemegang mandat utama dan tujuan utama, realitasnya dikuasai oleh “ketua formal elit parpol” dan sebagai penonton yang diabaikan. Hak-hak rakyat dinegasikan, apalagi aspirasi~yang merupakan asset intellectual right, dianggap mimpi..utopia. Dalam ekonomi, lebih sial: rakyat hanya dianggap sebagai “kumpulan koloni mahluk” yang dipandang dari segi “makan & kecukupan untuk hidup”, sangat minim dipandang sebagai “sejatinya manusia, yang memiliki kelebihan…sekaligus kekuarangan. Akibatnya, rakyat sbg komunitas social, diingkari hak-hak ekonomi – social & politik. Ekstrim paradoks: pengingkaran dana pembangunan APBN & APBD yang 65% dimakan untuk gaji, belanja rutin Pegawai Negeri, 33% untuk proyek public (yang 10-15% masih dikorup lagi oleh elit Birokrasi). Dana Perbankan ? Hak-hak rakyat (apalagi UKM) dialokasikan maksimal 5%... yang tidak lebih sebagai “dana belas kasihan untuk mempertahankan hidup (nyambung nyawa). Kalaupun ada alokasi dana Pemerintah seperti BLT, kelihatan terpaksa diberikan karena rakyat sudah setengah sekarat. Kekayaan Negara, sumber alam dan BLBI ? sudah menjadi “harta rampokan” oleh system elit gurita carnivore bekerja-sama dengan Sistem Rentenir Bank Dunia (World Bank): hampir 100% terlibat, minimal mengetahui dan diam diri. Peradaban dan rakyat Indonesia hidup ditengah hiruk pikuk demokrasi kini, bisa diibarkat sebagai koloni manusia yang hidup dalam Ekosistem yang diselimuti Asap Kentut Gurita-2 Carnivora yang penuh korupsi sistemik (perampokan) !!. Dimanakah KPK ?.

B.KPK, ibarat dokter antibody Carnivora terhadap Kutu-2

Sistem gurita carnivore di Indonesia, yang melibatkan elit kekuasaan yang telah merampok, korupsi sistemik memiliki “pola hidup” yang nyambung (estafet) dengan keturunannya, karena harta & uang hasil hisapannya, masih disimpan dalam perut yang sudah sangat besarrrrr. Namun, koloni rakyat yang hidup berkembang makin banyakkk, sudah melebihi 220 juta orang. Koloni system gurita carnivore menyadari, rakyat harus tetap dijaga kehidupannya karena sebagai sumber pengihupan (dari darah/pajak yang dihisap). Mengingat rakyat masih dikaruniai Otak (Akal, intelektual) oleh Tuhan, system gurita harus menciptakan dokter parasit carnivore, untuk membunuh “gatal-gatal” dan menghibur kepada rakyat: bahwa system gurita masih memiliki niat membangun peradaban yang bias memberi “harapan” akan hari esok ceria. Bahkan dokter parasit ini sebagai “system kamuflase” agar rakyat tidak tau, tidak sadar, bahwa darah mereka, kekayaan mereka, harta Negara sudah dirampok oleh SIstem Gurita. Diciptakanlah KPK sebagai dokter carnivore parasit. Sistem gurita carnivore rela mengeluarkan anggaran Rp.1 trilyun / tahun, untuk menghibur rakyat agar ceria, dengan merampas harta/uang kutu-kutu parasit meski hanya Rp.400 milyar. Disaat sebagian kecil rakyat sadar dan bangkit bahwa uang Negara, pajak & harta Negara yang dirampok-dikorup sangat besar Rp.ribuan trilyun, maka system Gurita Carnivora mengeluarkan “asap kentut” yang dahsyat, yang menghitamkan wajah, muka dan mem-bau busukkan kutu-kutu, untuk mengalihkan perhatian rakyat, meskipun harus mengorbakan pembantu-2 elit….tetapi tetap saja masih berupa kutu-2. Kalaupun kebangkita rakyat sudah membahana, yang dibusukkan dan ditangkap KPK meningkat, tetapi masih berupa “tikus clurut” yang nakal…..tidak akan sampai salah satu gurita carnivore !!.

C. EKOSISTEM GURITA CARNIVORA penuh ASAP KENTUT & KEBOHONGAN

KPK dilahirkan oleh sebuah ekosistem peradaban gurita carnivore, jelas hidup dan geraknya menjadi bagian system. Rencana, Platform, SOP dan sumber pendanaan KPK adalah sebuah system Pipe-line yang nyambung dengan system gurita carnivora. Mungkinkah dokter parasit KPK bisa membius, menangkap apalagi membunuh salah satu anggota atau bahkan system gurita carnivora? dengan resiko ikut terbius, terbunuh ?. Hampir tidak mungkin !!. Jadi, asap kentut yang dikeluarkan pun penuh asap hitam, aroma penuh bau busuk, kata-kata dan tindakan penuh kebohongan publik, yang bersumber dari asap hitam kentut system gurita. Nah, begitu KPK mecium dan berusaha membidik harta rampasan BLBI dari S.Nursalim (yang masih menunggak 33 trilyun), Korupsi sistemik di Migas (Pertamina), Skandal Bank Century,IT-KPU, dlsb maka sistem gurita mengeluarkan asap hitam berbentuk “Jagung” dengan korban-2 Urip dan Arthalita.

Manakala rakyat menuntut rampokan Rp.600 trilyun, Penuntasan Skandal Century 6,7 Trilyun, Mafia Pajak di Depkeu yg Libatkan lebih 10.000 Pegawai Pajak, Markus di POLRI yg dibongkar Susno Duadji, , Mafia Pengadilan dari Kejagung hingga MA spti Kasus Ayin (Arthalyta) , asap kentut hitam disemburkan dengan Kompressor berdaya listrik Rp.1 Mega Watt….Sistem perabadan Indonesia berwarna Hitaammmmmmm kelammmmm, dari Pengalihan Issue TERRORIS, Pra Peradilan Anggodo, dangan tengkapan Clurut-clurut.


D. VISIONER ILUNI-UI Kontra Korupsi : RAKYAT Bangkit bersama KPK !!!

Allah Maha Besar dan Tuhan YME adalah Maha Pengasih, Kuasa terhadap manusia. Tuhan YME adalah Maha Kuat, tiada Kekuatan yang menandingiNya Tuhan YME tidak akan merubah nasib manusia, kaum & rakyat & bangsa apabila manusia-rakyat-bangsa itu tidak merubah. Dan Tuhan sangat menyenangi terhadap mahluk yang Berani. Atas dasar ini, Illuni UI-Kontra Korupsi menggalang bersama RAKYAT BANGKIT secara Cerdas melawan Peradaban Sistem Koloni Gurita Carnivora di Indonesia !! Illuni UI-KK yang merupakan sekumpulan rakyat yang hidup dari Pencari Nafkah Sejati, akan menggalang Kebangkitan bersama RAKYAT BANGKIT dan KPK melakukan Monitoring & Pengawasan Rakyat pada Pertanggung Jawaban Publik atas Uang, Dana, Anggaran yang dipakai adalah dari Darah, Pajak dari Rakyat !!!

Tim Pakar Iluni UI KK

Selasa, 17 Februari 2009

ILUNI UI KK : DIUNDANG ANGGOTA DPR-RI ....&...Tamu Direktur PT.Daya MAKARA

TAMU ISTEMEWA, DIREKTUR PT. DAYA MAKARA UI

Malam Sabtu jam 18.30, markas Iluni UI Kontra Korupsi kedatangan tamu istimewa..Hendro Prabowo,MSc yang menjabat sebagai PT.Daya Makara UI yang berkantor di Kampus UI Salemba. Dia keliatan tenang, mengenakan kemeja Batik Coklat Klasik, bercorak Kawung. Kami sambut hangat dengan hidangan Bakso, Pempek Palembang dan makanan "rakyat" gorengan. Wajahnya sumringah, melahap makanan di meja. Suasana Cafe butut.. dengan pola Cozzy rupanya disenangi Hendro. Habis semua menu..Biasa, kami lanjutkan dengan "Ngobrol ringan", seputar perubahan Pola Manajemen Fakultas, Rektorat, hingga berbagai proyek "Konsultan" sebagai Core PT.Daya Makara. Ngobrol meningkat ke bidang "Manajemen Fince", karena Hendro memang dosen Finance...yakni Integrated Treasury Management (ITM). Wah menarik juga ya, Hendro menguraikan "bagaimana Perusahaan-2 besar BUMN bisa peroleh "nilai tambah optimal dg ITM. Oke kami sepakat masarin ke perusahaan jaringan kami. Pembicaraan makin semangat, ke topik lebih besartentang "sakaunya ISEI nasional", dan kami menggagas ISEI Nasionalis..sebagai Antitesa atas 5 bidang ekonomi nasional yang sudah hampir sempurnya dibawah Neo Kolonisasi Dunia. Terima Sobat "Hendro "Master Finance" Prabowo... kemudian kami ucapkan "Nah Bung Hendro...Kita ucapkan Terima kasih, ini berkat FACE-BOZZ, kita benar-benar bukan hanya berteman...lagi...namun untuk FILANTROPI kedepan.!!" Hendro pun tertawa terkekeh-kekeh, maksud kami "Face Bos Hendro" bisa jelas kita tatap Langsung..dan Kita tunggu Lahirnya ISEI NASIONALIS !.

UNDANGAN ANGGOTA DPR-RI:
Ditelpon untuk Ngopi Week End...Wuah DIAJAK Berkerut Mbahas RUU !!

Jam 21..kami coba buka Face-Book, baru sepuluh menit kami buka, telpon berdering,,,"SObat, lagi ngapain kamu, kemari kita ngopi-ngopi " terdengar tegas Sayuti Asyathri..maklum anggota DPR / wakil rakyat. "Ngapain Kamerad ?" tanya kami. "Udahlah kemari, ini kan malem Sabtu, Ngopi week-end" Singkat Sayuti bicara. Selanjutnya, kami bertiga bersama Bung Sunan dan Korlap..Surya meluncur ke arah Pusat. "Wah Bung Sunan, kita SANTAI NIH Kesampaian nih Ngopi Sedap bersama orang-orang elit ya" dan kulihat Bung Sunan semangat. 10 menit kami tiba di rumah yang cukup besar. Pintu dibuka oleh Sekuriti, ada 5 pengawal rumah, badan tegap-tegap dari Barisan Muda Nasional. Kami dipandu ke ruangan yang besar........dan ......ternyata di ruangan sudah terpajang In-FOCUS Menyala Terang dengan Layar Lebar Putih sinar terang. Disitu sudah ada Dosen Filsafat Peradaban PARAMADINA, ada Staf Ahli DPR,, DR.Wasyit dan 2 anggota Dewan. Dilayar kubaca "Pasal-pasal RUU Pemerintah Daerah Istemewa Yogyakarta. Kami bertiga jadi Ciut...dan tentu KUSUT..bagaimana nih katanya Ngopi malah diajak "Berkerut" lagi....wah Nasib..Nasib..Week End.

"Nah sobat...kuajak sejatinya Week End. Kalian kan suka SMS, email, nulis di Facebook sangat Kritis bahkan banyak catatan-2 yang bagus. Sekarang kami udang khusus sebagai Skondan atau istilah kerennya..Nara Sumber dari Rakyat !!" Sayuti bicara sambil tersenyum-senyum. "Terus bagaimana ngopinya ?" tanyaku "Beres, kusediakan Ngopi, Capucino, Madu Arab, Teh dan makanan gorengan.. Setuju kan?". Kami tertantangan juga ikut nimbrung dan beri masukan. Intinya, "RUU DI Yogyakarta sebagai daerah yang memiliki Nilai-Nilai Konsisten Kasultanan yang secara herois punya peran dalam mempertahankan Kemerdekaan...harus memperoleh Penghormatan, Pengakuan & Peneguhan sebagai Kekhususan / Keistemewaan...Sbg Kasultanan dan sebagai Propinsi, dengan Mengembalikan "Sistem Nilai Adat Sosial Daerah dan HAK HAK yang menjadi milknya yang selama ini dihilangkan !!"

Enggak sadar sudah 4 jam kami terlibat, jam sudah menjelang 2 pagi. "Bung Sayuti, mana anggota DPR lainnya ?" tanyaku. Sayuti spontan berdiri, muka kencang & merah "Saya benar-benar sangat marah sama yang namannya "Fitnah dari para Lembaga Survai", Dalam 3 minggu ini sudah 4 RUU kami bahas intensif dan 2 sudah menjadi UU...dan dalam rapat pleno hanya 20% yang hadir...Bisa-bisanya Fraksi kami yang dinilai paling rendah "Integritasnya terhadap Peran KONSTITUSI. Itu kan benar-benar Fitnah" Sayuti bicara menggelagar sambil mengepalkan tangan.

Boleh juga nih Tantangan Sayuti Asyathri ini pada tim ILUNI UI Kontra Korupsi, untuk terlibat langsung membuktikan siapa yang suka Fitnah, Korupsi Waktu+Gaji buta serta Konflik of Interest dari wakil rakyat dari partai-partai besar yang suka korupsi untuk Peran & Fungsi Utama DPR: KONSTITUSI !!.

Kuacungi Jempol 6 !! Karena kami bertiga semuanya acungi Jempol 2. Meskipun kami kecele berfikir mau nyantai-2...Undangan Ikut Bahas itu adalah "SUATU PENGHARGAAN pada TIM ILUNI UI KK".

Maju Terus Bung Sayuti "Egaliter" Asyathri...BRAVOOOOO !!.
RAKYAT BESERTAMU ! GOD BLESS YOU MY FRIEND.

Sunan dan Impiannya (Mozaik Teknokrat Kerakyatan

VISIONER & PARADIGMA TRATEGI MEMBANGUN KEADILAN:
Pada MALAYSIA Mari Belajar !!
Tim Ahli LSDP+Iluni UI KK,


Malaysia bukan hanya sekedar negeri tetangga Indonesia, negeri Jiran ini sebenarnya negeri yang bangsa pribumi (asli) adalah rumpun Melayu yang memiliki ikatan kekerabatan. Cukup banya keluarga Malysia memiliki tali-temali sanak-famili atau ikatan atas dasar keturunan moyang, baik dari wilayah Sumatera Barat atau Riau, serta Aceh. Kita dapat menjumpai banyak keluarga dari Malaysia yang sering mengunjungi (silaturahmi) dengan famili-saudara di propinsi Sumatera Barat dan Riau. Malaysia yang kini telah maju, hanya kita tengok sejenak dengan sebelah mata saja atau malu-malu– khususnya oleh orang-2 vokal yang mengaku para pakar / ahli sosial, politik dan ekonomi pembangunan. Padahal Malaysia yang pada dekade 1960 hingga 1970an, banyak berguru pada Ilmuwan dari Indonesia, kini memunculkan realita: kemajuan-keadilan rakyat-negara Malaysia kini sangat jauh dibanding Indonesia. Malaysia bersama Brunei Darussalam, adalah 2 negara Asia Tenggara yang sangat kecil terkena imbas krisis ekonomi. Marilah, jangan malu-malu, berguru pada peradaban Malaysia. Mengapa ?.
Kajian ringkas Malaysia sangat kental dengan kisah negeri Jiran ini dibawah Kepemimpinan Datuk Mahatir Muhammad, seorang Perdana Menteri yang telah memimpin Malaysia selama dua dekade (20 tahun), yang kini telah digantikan Datuk Amin Badawi. Mahatir pada awal 1970 an, menghadapi realitas bangsa yang hampir sama dengan realitas di Indonesia saat ini, yakni kaum Bumiputera atau disingkat BP (Pribumi di Indonesia) yang tertinggal, miskin dan mengalami keterbelakangan dibanding oleh kaum etnis Non-BP asal Cina. Apabila dihitung dari perjalanan waktu, kaum BP Malaysia yang sebanyak 60% tertinggal 18 tahun kemajuannya oleh etnis Cina sebanyak 40% - dari sisi kemajuan sosial-ekonomi. Kerusuhan antar etnis pernah terjadi di Malaysia, seperti halnya yang sering terjadi di Indonesia, akibat kesenjangan sosial-ekonomi. Menghadapi tantangan rakyat asli Bumiputera yang miskin, Mahatir menempuh Strataegi & Kebijakan Pembangunan Malaysia Jangka Panjang (20 tahun) berdasarkan kiat berikut:
1. Konsolidasi dan Strategi yang Jelas & Tegas dengan memberi peluang dalam bidang Politik untuk semua warga, baik etnis Cina maupun Bumi Putera,
2. Dalam bidang Ekonomi, Pemerintah dibawah Mahatir memberi prioritas bagi kaum Bumi Putera, khususnya pembangunan proyek-proyek Pemerintah.
Strategi diatas bertujuan mempersempit kesenjangan sosial-ekonomi, sehingga kedua etnis memiliki keseimbangan / kesetaraan ~ yang akan menjadi dasar fondasi yang kokoh dalam perjalanan peradaban dan pembangunan jangka panjang Malaysia. Implikasinya, etnis Cina dapat berperan dalam kancah Politik dan Pemerintahan, dan tuntasnya persoalan ideologis dan aspirasi etnis Cina dalam politik Malaysia.
Malaysia membangun fondasi moral, dengan menegakkan hukum yang konsisten & tegas dalam mencegah Korupsi, dengan menindak tegas pejabat / pegawai negeri koruptor. Namun Pemerintah juga memberikan insentif gaji & fasilitas yang sangat mencukupi sehingga mereka dapat berperan sebagai negarawan tulen. Demikian pula dalam membangun moral masyarakat, Malaysia menetapkan sanksi hukum yang paling keras di seluruh dunia ~ dalam hal pelanggaran Narkoba. Seseorang yang kedapatan membawa Narkotika atau ganja melebihi 50 gram dapat terkena ancaman hukuman mati atau penjara dalam waktu yang lama. Coba bandingkan dengan Indonesia, sangat sering tertangkap membawa ganja melebihi 10 KG (10.000 gram), bahkan pernah 2 ton hanya diganjar hukuman penjara 9 bulan, bahkan misterius entah lepas, dipeti-eskan atau dilepaskan oleh jaringan konspirasi. Pemerintah juga melakukan kontrol yang tegas dalam bidang Hiburan, Pers dan peredaran VCD porno yang masuk gencar dari Barat (poros AS). Namun demikian. Pemerintah memberi akomodasi bagi kaum etnis Cina untuk membuka kawasan judi di Geylang, sehingga lokalisasi judi dapat dikontrol Pemerintah.
Sikap tegas Pemerintah dalam prinsip keadilan, penegakan hukum dan teguh memegang kepercayaan (Amanat) yang diberikan rakyat kepada para Elit, adalah pembangunan infrastuktur sosial yang memberikan dukungan kondusif untuk jalannya program pembangunan : yakni terciptanya ketertiban, kepastian dan stabilitas sosial-politik dan keamanan dalam negeri dengan manusia (rakyat asli) sebagai subyek dan sasaran. Landasan demikian, menjadikan pembangunan yang direncanakan secara cermat dapat berjalan secara konsisten manapaki kemajuan. Pemerintahan Malaysia menampakkan sebagai Pemerintah yang Bersih dan Baik dalam melayani-melindungi rakyat sedemikian sehingga mampu berperan mendorong kemajuan rakyat (Clean & Good Governance). Kiat Malaysia dalam menarik penyertaan modal dari luar lebih memilih sistem kerjasama dengan bagi hasil dibanding sistem bunga, sehingga Malaysia dapat terhindar dari jebakan rente permodalan.
Datuk Mahatir Muhammad memahami betul makna dan faktor manusia ~ yakni bangsa / rakyatnya ~ yang bukan saja sebagai sasaran (obyek) pembangunan, tetapi sebagai pelaku (subyek) yang menjadi penentu kemajuan Malaysia kedepan. Wujud nyata adalah dukungan Pemerintah pada pendidikan dan kesehatan yang besar & serius. Rumah-sakit di Malaysia, bahkan kini sudah memasuki visioner manusiawi, Rumah Sakit sebagai Jasa penyehatan yang nyaman bagai di hotel berbintang dengan kualitas pelayanan & penyembuhan yang baik. Hebatnya dibanding Indonesia, gaji dokter – pegawai hingga direktur lebih tinggi & biaya pengobatan & rawat inap lebih murah di Malaysia, tetapi RS memiliki keuntungan lebih baik dibanding RS Indonesia dengan tarrif lebih mahal namun gaji pegawai-dokter lebih rendah. Dalam bidang pendidikan, kalau mau belajar Ekonomi Syariah (Ekonomi dengan sistem bagi hasil) Malaysialah guru kita. Dalam hal makanan, Malaysia sudah gencar mengkonsumsi menu & meals dari hasil ikan untuk menggeser menu sampah (Junk Food) seperti Chiky Balls, Crespy, Nyam-Nyam yang banyak beredar di Indonesia.
Strategi dan prioritas perencanaan pembangunan ekonomi sektoral disusun hingga pada tingkat mikro, yakni Kommoditi dengan dasar Optimalisasi Nilai Tambah yang diperoleh dari pengembangan komoditi tersebut, khususnya berorientasi industri pengolahan (agro industri) yang memiliki nilai tambah besar. Hal ini dapat dilihat dalam pengolahan biji kelapa sawit kedalam Industri Oleokimia, yang menghasilkan mulai minyak Goreng, Sabun dan berbagai output turunannya. Luas lahan perkebunan sawit di Malaysia yang lebih sempit (750 ribu ha), tetapi mampu mencetak hasil devisa 5 hingga 6 kali lipat dibanding Indonesia yang luas lahannya 2 kali lipat Malaysia. Ironisnya, berpuluh-puluh ribu buruh tani kebun sawit bekerja di Malaysia, dan Kini raksasa pengusaha Malaysia (GUTRI) telah membeli ratusan ribu ha lahan sawit di Indonesia. Kekhawatiran Bung Karno: Jangnalah kita menjadi buruh diantara bangsa-bangsa dan buruh di negeri sendiri mulai terwujud !.
Dr.Mahatir Muhammad – yang barusan menerima Doktor Honoris Causa dari UGM, adalah Figur Pemimpin yang telah memajukan secara adil, juga sebagai tokoh yang pandai dan berkarakter. Niat jahat poros AS (Yahudi) yang hendak menghancurkan Malaysia, dengan serangan, infiltrasi yang berkolaborasi elemen dalam negeri dengan agenda demokrasi, pembaruan, kebebasan (moneter dan pers) ditangkal tegas. Resep Datuk Mahatir : Kita sebagai bangsa haruslah menjadi bangsa yang Pandai, sehingga tidak bisa ditindas bangsa lain. Keadaan ini sangat kontras (berlawanan) dengan opini para pakar emisi kita yang telah sekolah di AS & ERopa ~ yang dengan sinis selalu mengamati Indonesia dengan kacamata Barat (AS atau Eropa) yang secara tidak disadari mereka menjadi bagian atau bahkan antek-antek poros AS untuk pembodohan, penindasan, dan penghisapan yang telah menghancurkan Indonesia (dengan resep IMF, Globalisasi, Privatisasi, Keadilan yang ternyata menyesatkan.
Demikian pula, para ahli Filsafat atau Ahli pemikir Peradaban atau pemikir politik yang hanya menilai Mahatir sebagai seorang yang ahli manajemen dengan kepandaian mengelola sistem Pemerintahan. Apabila kita memhami dengan renungan hati yang sejuk, konsep dan strategi Mahatir memiliki kematangan visi yang telah diolah secara hebat, yakni: Mahatir benar-benar paham bahwa ummat manusia, khususnya rakyatnya hidup di dunia ini sebagian besar waktunya adalah dalam bidang hubungan duniawi yang bagian terbesarnya adalah dinamika hubungan ekonomi – dalam memperoleh penghasilan, kesejahteraan dan kemajuan berikutnya. Menghadapi rakyat asli Malaysia (Bumiputera) dalam keadaan terbelakang / miskin dibanding etnis cina, maka nilai keadilan menjadi dasar nilai yang utama dalam strategi pembangunan Malaysia. Perangkat sistem pemihakan menjadi kebijakan operasional Pemerintah untuk merealisasikan keadilan. Kemudian mempelajari dan menyadari negara-negara Barat (poros AS) merupakan jaringan kekuatan Global ~ yang dengan segala cara ~ menguasai dunia dan negara-2 ketiga (terbelakang), Mahatir menetapkan aturan hukum sangat tegas ~ sebagai wujud nyata bahwa Pemerintah harus melindungi rakyatnya, baik pada pelanggaran Narkoba, korupsi atau pidana. Sistem nilai Barat seperti kebebasan, demokrasi, liberalisasi, diskriminasi, pemihakan dipilih secara selektif dan tepat ~ demi untuk kemajuan rakyat. Visi Mahatir ang kelihatannya sederhana, justru menjadi keunggulan konsepnya untuk penerapan dan pelaksanaan yang membawa hasil bagi kemajuan Malaysia ~ dengan tetap menjaga Tradisi dan Karakter Malaysia sebagai bangsa Melayu. Kita lihat dalam hiburan, Mariah Carey boleh saja tampil di Malaysia, tetapi harus berpakaian sopan menurut adat-istiadat Malaysia.
Dalam menghadapi serangan kekuatan Global (poros AS) yang dikelola kaum Yahudi, Datuk Mahatir berani melawan seorang diri – diantara para Pemimpin negara-2 di dunia – menyampaikan kritikan tajam atas sikap-tindakan blok Barat dan Yahudi yang tidak bermartabat dan mencampuri hingga bermaksud memporak-porandakan negara-2 ketiga. Sekali lagi, resep Mahatir adalah : Kita harus pandai.Kini, dengan kesejahteraan rakyat Malaysia yang maju secara adil dan sikap teguh Pemerintah-Para Elit dan Pengusaha Malaysia memegang amanat, telah menjadikan Malaysia sebagai negara yang Aman dan dapat dipercaya – sehingga menjadi wilayah negara yang memiliki kepercayaan (Trust) bagi pemilik Petro Dollar Timur Tengah untuk mengalihkan dana dari Eropa dan AS, dan menempatkannya di Malaysia tanpa Pemimpin & Elit shoping apalagi ngemis-ngemis ke IMF. Malaysia telah menjadi magnit bagi masuk dan penempatan dana lebih US$ 200 miliar, dengan sistem bunga 0%. Bandingkan dengan Indonesia, untuk memperoleh pinjaman US$ 5 miliar saja, harus kehilangan “kedaulatan / kemerdekaan” sebagai negara berdaulat yang harus menuruti selera & agenda IMF dan bllok Barat dalam bidang sosial, politik, ekonomi, hankam dan bahkan penerapan agama.
Adakah literatur buku dari Strategi-Kebijakan Pembangunan Malaysia di perpustakaan sekolah atau perpustakaan Pemerintah kita dan mudah kita baca ?. Sadarlah, belajar ke Eropa dan AS selain jauh lebih mahal, juga menyesatkan. Sedang ke Malaysia, tidak akan ada kecurigaan yang dibangkitkan dalam bentuk fitnah / tuduhan sebagai terrois apabila warga Indonesia berkunjung apalagi studi disana !.
LSDP, Lembaga Studi Demokrasi & Peradaban, sebuah Lembaga Studi untuk Kemajuan Peradaban, khususnya Pembangunan Rakyat Pribumi menggapai kemajuan.

Senin, 16 Februari 2009

BUBARKAN SISTEM PANITIA ANGGARAN DPR-RI ! Berantas Corruption by System Kartel Kekuasaan !







The Wealth of Nations: Uang Negara Harus Dibagi secara ADIL bagi RAKYAT !!

Tepat jam 20 WIB, Facebook kami buka. Kali ini surprise, Ibu Menteri Kesehatan~ Siti Fadila Supari meng-add sebagai teman. Langsung ku acc. Dan yang lebih mengejutkan, kami baca catatan Bu Menteri, wah sangat “revolusioner” Bu Menteri ini. Serasa, Iluni UI Kontra Korupsi memeperoleh “teman filantropi baru, (selain Sayuti Asyathri, Hendro, Q-Bonds, Annas dan Sunan Mursyid) dan peroleh energy baru: untuk Pemikiran Ulang, Positioning ulang, Terus menerus dg “percepatan” lakukan Reformasi ! (1/2 revolusi sistemik). Salah satu Yelling Bu Menteri di dinding atas: The First Wealth of Nations is Health”..setuju. Tim pemikir ILuni UI KK lantas adakan diskusi khusus, dan peroleh kesimpulan tentang “Kekayaan yang dibagi secara tidak adil bagi rakyat: khususnya oleh system Pengusulan oleh Birokrasi Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR RI.” Kalau rakyat terus miskin karena tidak peroleh pembagian “kekayaan Negara” yang sangat tidak adil, bagaimana bisa sehat Bu Menteri Kesehatan ?.

Nah begitu disinggung The Wealth, tentu Iluni UI KK berpikir tentang kekayaan, harta, uang, lahan/tanah dlsb. Kekayaan sangat Liquid adalah UANG Negara, yang pola alokasinya dalam bentuk Usulan berupa Proyek dan Anggaran Rutin (gaji & operasional Birokrasi Pemerintah). Dari analisa kami perjalanan pola Alokasi Uang yang diusulkan oleh Pemerintah kepada DPR RI, nampak adanya “kolusi system kartel kekuasaan” yang hasilnya adalah bancaan (korupsi by system) distribusi kekayaan uang Negara kita.

1. Pola usulan proyek, kan dominant oleh Birokrasi Pemerintah, dan larinya ke proyek fisik, dan diperkirakan “sangat berbeda” dengan kebutuhan riil dan kemauan (aspirasi) rakyat Indonesia. Bahkan yang disuulkan oleh Pemerintah, dirubah sedemikian rupa menjadi “bancaaan” oleh kolusi kartel kekuasaan (parpol besar, aparat Birokrasi, kontraktor/swasta/rekanan). APBN nasional 2009 direncanakan lebih Rp.1.000 trilyun: Bagaimana dan Berapa yang sebenarnya diperuntukkan bagi rakyat, sehingga bisa membangun dirinya, dalam transformasi sebagai bangsa yang sehat kedepan ?. Beberapa anggota DPR yang menghubungi kami, bahkan sudah mengusulkan : Reformasi DPR, dan bubarkan Panitia Anggaran DPR RI, rubah pola Alokasi kekayaan uang bagi Bangsa.

2. Dengan pola dan system Pengusulan Anggaran (APBN-APBD) diatas, Sumber kekayaan, uang Negara-Rakyat sebenarnya “sudah dijebak dalam kategori “Corrupted by System” yang ada !. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum, penaikan Nilai Rupiah anggaran Departemen atau Daerah adalah hasil “kompromi / kong kalikong” antara Birokrasi dengan Panggar DPR RI.

Nah dangan Reformasi DPR RI…mari kita sebagai Kaum Intelektual & Profesional persiapkan “Visioning & Platform Alokasi Keuangan Negara yang “benar-benar adil bagi Rakyat Indonesia”. RAKYAT TIDAK PERCAYA LAGI MAHZAB “GROWTH ORIENTED” dan GALANG Ekonomi Kerakyatan + Keberkahan. !!

Menkes RI, Siti Fadila Supari: BANGKIT & BERSATU Lawan Ketidak Adilan !

BUBARKAN Sistem Panitia Anggaran DPR RI !